Beranda/Lainnya/Makan Bukan Cuma Soal Kenyang: Yuk, Tadabbur QS. ‘Abasa Ayat 24!
Makan Bersama Siswa SMART Sukses School
Makan Bersama Siswa SMART Sukses School

Makan Bukan Cuma Soal Kenyang: Yuk, Tadabbur QS. ‘Abasa Ayat 24!

Halo, teman-teman! Pernah nggak sih pas lagi asyik makan seblak, mie ayam, atau minum boba favorit, kita mikir sebentar dari mana asal makanan ini? Biasanya, kalau lagi lapar, kita cuma mikirin gimana rasanya dan bikin kenyang atau nggak.

Padahal, Al-Qur’an punya pesan yang super keren banget tentang makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Yuk, kita baca dan renungkan surat ‘Abasa ayat 24!

Allah SWT berfirman:
فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ إِلَى طَعَامِهِ
(Fal-yanẓuril-insānu ilā ṭa’āmih)
Artinya: “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.” (QS. ‘Abasa: 24)

Apa Maksud “Memperhatikan Makanan”?

Mungkin kita mikir, “Memperhatikan gimana maksudnya? Difoto dulu sebelum dimakan buat update Story?” Tentu bukan sekadar itu, ya!

Kalau kita merujuk pada penjelasan para ulama ahli tafsir yang tepercaya, ayat ini punya makna yang sangat dalam. Dalam Tafsir Ibnu Katsir (salah satu rujukan tafsir paling utama di dunia Islam), Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tersebut adalah ajakan (sekaligus perintah) agar manusia merenungkan bagaimana proses luar biasa yang Allah ciptakan sampai makanan itu bisa kita makan.

Ayat tersebut berkaitan dengan ayat-ayat setelahnya (ayat 25-32) yang menjelaskan proses turunnya hujan dari langit, membelahnya bumi (tanah) untuk menumbuhkan biji-bijian, anggur, sayuran, pohon zaitun, hingga kebun-kebun yang lebat.

Menurut tafsir para ulama, memperhatikan makanan berarti kita disuruh mikir:

* Bukti Kekuasaan Allah: Betapa hebatnya Allah mengatur hujan, tanah, dan cuaca agar padi, sayur, dan buah bisa tumbuh.

* Bentuk Syukur: Mengingat bahwa makanan yang ada di piring kita adalah nikmat dari Allah yang mengurus kita (Ar-Razzaq).

* Mengingat Hari Kebangkitan: Ulama seperti Imam Al-Qurthubi menambahkan, sama seperti Allah mampu menghidupkan tanah yang mati menjadi tumbuhan yang segar, Allah juga Maha Mampu membangkitkan manusia yang sudah mati kelak di hari kiamat.

Pelajaran (Tadabbur) Buat Kita Sebagai Pelajar

Lalu, gimana cara kita mengaplikasikan ayat ini di kehidupan sehari-hari?

1. Terapkan Mindful Eating (Makan dengan Sadar)
Mulai sekarang, saat mau makan, jangan cuma asal suap. Lihat nasi di piringmu. Bayangkan butuh waktu berbulan-bulan buat petani menanamnya, butuh hujan dari Allah, dan butuh uang dari orang tua untuk membelinya. Kesadaran ini bikin kita terhindar dari sifat mubazir (membuang-buang makanan).

2. Pastikan Halal & Thayyib
“Memperhatikan makanan” juga berarti mengecek status makanannya. Apakah ini dibeli dari uang yang halal? Apakah bahan-bahannya halal? Dan apakah ini thayyib (baik/sehat) buat tubuh kita? Jangan cuma asal ikut tren makanan viral kalau ternyata bawa dampak buruk buat kesehatan, ya.

3. Jangan Pernah Meremehkan Doa Makan
Kenapa sih kita diajarkan doa “Allahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa…”? Karena setelah kita “memperhatikan” betapa panjangnya proses makanan itu, kita sadar kita nggak akan bisa makan kalau bukan karena rezeki dan barokah dari Allah.

Kesimpulan

Teman-teman, sepiring nasi atau jajanan yang kita makan hari ini bukan cuma sekadar “barang” yang dibeli pakai uang. Ia adalah surat cinta dari Sang Pencipta untuk mengingatkan betapa sayangnya Allah sama kita. Jadi, yuk mulai perhatikan makanan kita, syukuri setiap suapannya, dan jangan lupa baca Bismillah!

Makan Bersama Siswa SMART Sukses School
Makan Bersama Siswa SMART Sukses School

Referensi Bacaan

* Al-Qur’anul Karim beserta terjemahan Kementerian Agama RI.
* Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim (Tafsir Ibnu Katsir), karya Al-Hafizh Ibnu Katsir.
* Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an (Tafsir Al-Qurthubi), karya Imam Al-Qurthubi.

Tim Media SMART Sukses School

comment-2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *